Pendidikan Masa Kerajaan Turki Usmani
Kerajaan Usmani disebut pula Otonom yang berasal dari nama nenek moyang mereka, yakni Usman - nama khalifah ideal yang kemudian disebut Usmaniyah dan akhirnya disebut Ottoman. Ottoman adalah salah satu dinasti besar dan alam didunia. Kerajaan ini telah berkuasa sebanyak 36 sultan sejak tahun 1300 – 1922 M.4 Usman adalah sultan pertama, lalu diikuti sultan lainnya dengan dasar hubungan darah dan garis keturunan bapak. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Suiaiman pada abad ke-16.5 Pada tahun 1529 pasukan Sulaiman hampir menguasai Wina.
A. TUJUAN PENDIDIKAN
Pendidikan pada masa Kerajaan Turki Usmani bertujuan untuk mengembangkan kemiliteran, pemerintahan, kehidupan seni, budaya (arsitektur), bidang keilmuan, dan ilmu-ilmu keagamaan.
B. KURIKULUM
Istanbul sebagai ibukota kerajaan Turki Usmani, menjadi sebuah negara adidaya pada masa kejayaannya, sebagaimana halnya dulu dengan Konstantinopel pada masa kerajaan Romawi Timur. Dimana perkembangan kebudayaan dan pendidikannya banyak diwarnai atau berpaduan dengan bermacam-macam kebudayaan lain seperti pengajaran etika dan politik dipengaruhi bangsa Persia.
Dalam bidang kemiliteran dan pemerintahan diwarnai oleh kebudayaan Byzantium. Dan pendidikan dalam bidang ilmu dan keagamaaan. Prinsip-prinsip kemasyarakatan dan hukum, ilmu khat (huruf Arab) dipengaruhi oleh bangsa Arab, bahkan huruf Arab dijadikan huruf resmi kerajaan.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, muncul karya ilmu kalan (teologi), karya tafsir, hadis, tasawuf, hukum: karya tentang ilmu mantiq, ilmu shib, karya ilmu peperangan dan persenjataan, karya ilmu politik, dan lain-lain.
Selain itu, juga berkembang ahli musik beserta karyanya. Demikian juga ahli sejarah (historian), beserta karyanya. Dan dalam bidang kehidupan seni budaya disebut zaman bagi kebudayaan islam karena tidak banyak yang harus dicatat sebagai perkembangan seni budaya, kecuali tentang seni, bahasa yang memang ada perkembangannya. Sekalipun tersendat-sendat, misalnya saja dalam bidang seni bahasa yang meliputi . puisi, prosa, dan ilmu bahasa.
Semua bidang tersebut, baik ilmu pengetahuan maupun kehidupan seni budaya muncul diawali "Gerakan Wahabi" yang dikenal dengan Bintang Kebangkitan Kembali, dunia Islam, yaitu lahirnya seorang muslim besar Muhammad bin Abdul Wahab.11 (1116 - .1206 H), lahir di daerah Uyainah Nejad.
Dengan kehadirannya sangat berpengaruh ke seluruh penjuru dunia Islam.Setelah terjadi persaingan serius antara dua kubu, restorasionin12 dan modernis sepanjang abad 18 dan 19, maka keluarlah kubu modernisasi Eropa. Ketika itu. Salim 111 (1789 - 1807 M) sebagai sultan memperlakukan program reformasi yang komprehensif yang adalah mendirikan sekolah teknik untuk mendidik kader-kader bagi rezim baru, meningkatkan pendapatan sektor pajak, memberikan pelatihan teknik kepada pasukan militer yang ditangani oleh penasehat militer Eropa.
Pada masa pemerintahan Mahmud 11 (1809 - 1839) program reformasi semakin nyata, terutama dalam bidang pendidikan militer dan mendirikan sekolah yang berorientasi terhadap Barat, dan menerapkan konsep sentralisasi negara yang lebih radikal, dijalankan oleh sebuah kerajaan absolut. Dalam mengembangkan kekuatan politiknya, ia menganut sikap persekutuan dan toleransi. Sikap toleransi ini memberikan pelajaran bagi Kristen bahwa bilamana ada peperangan dilancarkan tidak lagi dikaitkan dengan ideologi keagamaan.
C. LEMBAGA PENDIDIKAN
Kegiatan pendidikan yang menonjol pada masa kejayaan Sultan Sulaiman adalah di bidang kesusastraan, kesenian dan arsitektur. Karena itu, pada masa pemerintahan Sulaiman banyak gereja diubah (dijadikan) masjid. Salah satu contoh paling terkenal adalah penggantian gereja “Santa Sophia” (gereja megah dalam dunia Kristen) menjadi Mesjid Agung terkenal di Istanbul.
Seorang arsitek yang sangat diakui dan terbaik pada masa sultan ini adalah Sina. la telah membangun masjid Sulaimaniyah 16 kali lebih tinggi daripada Santa Sophia. Beliau ini telah membangun 80 buah bangunan dengan gaya arsitekturnya sendiri yang masih eksis sampai sekarang. Adapun sistem pemerintahan yang dianutnya adalah bersilat eklektik, memungkinkan terciptanya sistem kenaikan pangkat atau status yang didesain atas kemampuan. Maksudnya bilamana seseorang telah menjadi muslim terlepas apakah ia orang Arab, slav, Armenia atau orang Turki maka ia berhak menduduki jabatan tinggi di dalam wilayah kerajaan, kecuali jabatan sultan ditentukan dengan dasar hubungan darah.
Disamping sarana-sarana peribadatan, nampak megah pada masa kejayaannya. Juga nampak sarana-sarana yang lainya seperti istana-istana, villavilla yang megah, sekolah, asrama, rumah sakit, panti asuhan, penginapan, pusat-pusat terekat, dan lain-lain. Sarana-sarana tersebut berpusat di ibu kota. Jauh sebelumnya, kegiatan pendidikan yang disebutkan di atas, telah berkembang kegiatan ilmu pengetahuan dan kehidupan seni budaya dalam masa kerajaan Usmani.
Dalam bidang agama, ulama berperan dalam kerajaan dan masyarakat dalam memberi fatwa resmi terhadap problem keagamaan yang dihadapi masyarakat.


mahasiswi pendidikan anak usia dini yang memiliki passion pada tulisan dan lukisan.
0 komentar